SKPD  

Bappppeda Sumedang Evaluasi SLRT Rumah Besar Fakir Miskin, Ini Tujuannya

Sumedang, KORSUM – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappppeda) Kabupaten Sumedang melakukan evaluasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Rumah Besar Simpati.

Evaluasi sendiri dilakukan, untuk mengetahui sejauh mana program SLRT (Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu) Rumah Besar Simpati berjalan.

“Jadi evaluasi ini bertujuan, untuk mengetahui sejauh mana program SLRT ini berjalan, Apakah Sekretariat SLRT dan Puskesos melaksanakan program ini secara optimal?, terus Apakah program ini sudah berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat? dan lain sebagainya,” kata Kepala Bidang Pemsos Bappppeda Kabupaten Sumedang Dra. Mety Supriati, M.Si, didampingi Kasubid Sosial Kesehatan Tenaga Kerja dan Kependudukan, Deni Suhandani, S.Si.,M.Si, Selasa 28 Desember 2021.

Selain melakukan evaluasi, sambung Mety, pada kegiatan ini juga dilanjutkan dengan menyusun langkah-langkah berikutnya sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas program. Sehingga, program ini dapat berjalan terus secara konsisten dan menjadi solusi dari permasalahan yang masih dihadapi oleh Kabupaten Sumedang.

Adapun SLRT Rumah Besar Simpati, lanjut Mety, dibentuk
sesuai Visi Sumedang Simpati yang dilaksanakan oleh misi kesatu, yaitu memenuhi kebutuhan dasar secara mudah dan terjangkau untuk kesejahteraan masyarakat, dilaksanakan melalui program unggulan rumah besar fakir miskin.

“Program ini dilaksanakan melalui pembentukan rumah besar penanganan fakir miskin/lansia sampai ke tingkat desa dengan optimalisasi peran Pemerintahan Desa,” tutur Mety.

Lebih lanjut Mety menuturkan, program unggulan ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan sosial dengan pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, yang telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2018 tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Rumah Besar Simpati Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu.

“Alhamdulillah, setelah tiga tahun berjalan, saat ini telah terbentuk sekretariat Rumah Besar Simpati dan 277 Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat Desa/Kelurahan,” tandasnya.