Sumedang, 14 Agustus 2025 – Gorong-gorong jebol di jalan kabupaten jalur Cimanglid Pasirbiru Rancakalong ke Mulyasari Sumedang Utara tepatnya di kilometer 6 Dusun Cikeusik Pamekaran, saat ini sedang dalam perbaikan
Perbaikan itu, disambut antusias warga, bahkan ucapan terima kasih kepada pemerintah Sumedang karena perbaikan Gorong-gorong itu sangat ditunggu.
Namun disayangkan, proyek perbaikan itu dinilai tidak transparan karena tidak terpasangnya papan proyek sebagai media informasi kepada masyarakat.
Warga bertanya-tanya, mengapa proyek pemerintah itu seperti proyek gelap, padahal anggaran dari pemerintah semestinya terang benderang diketahui publik.
“Jalan kabupaten ini pasti pihak kabupaten yang memperbaikinya. Tapi mengapa tidak transparan, siapa pelakunya dan berapa nilai anggarannya,” ujar Deni warga setempat, Kamis (14/8/2025).
Meskipun kondisinya darurat, lanjut dia, tapi siapapun yang menggunakan anggaran pemerintah, hukumnya wajib transparansi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas anggaran itu.
Dikatakan, dalam penggunaan anggaran pemerintah, tentu diatur undang-undang apapun alasannya, tetap harus jelas dalam pertanggungjawabannya. Terkecuali dari anggaran pribadi, itu lain hal.
“Bila proyek pemerintah tidak dipasang papan proyek, maka akan dianggap masyarakat sebagai proyek fiktip sehingga bisa indikasikan adanya permainan yang dilakukan pihak tertentu, “tandasnya.
Memang kondisinya darurat bencana, lanjutnya, tapi jangan dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi.
Ditempat terpisah, Hasan salah seorang pekerja saat ditanya wartawan soal papan proyek. Dia mengaku tidak tahu termasuk anggaran yang digunakan perbaikan Gorong-gorong itu.
Haji Wawan selaku pelaksana proyek via telepon selulernya mengatakan, proyek ini langsung dari Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas PU Bina Marga karena kondisinya darurat bencana sehingga tidak perlu dipasang papan proyek.

