Sumedang, KORSUM – Menjelang tahun ajaran baru 2021 Kepala Dinas Pendidikan H. Agus Wahidin didampingi Kasi Pengembangan Sapras SMP Indra Wahyudinata, intens berkomunikasi dan berkonsultasi dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pasalnya pembelajaran tatap muka di sekolah dimasa pandemi Covid-19 supaya perhitungannya lebih matang.
“Untuk tatap muka kami serahkan ke ahlinya, kami senantiasa berkonsultasi dan koordinasi dengan KPAI dan IDI. Kalau sekolah diizinkan tatap muka tidak dengan perhitungan yang sangat matang, anak-anak ini Penanganannya berbeda kalau main itu kan skalanya kecil tapi kalau di sekolah diizinkan ini akan masif. Belum lagi kalau naik angkutan umum, itu berbahaya,” jelasnya Rabu (2/6/2021).
Lebih jauh ia mengatakan, umpama siswa ada yang terpapar covid-19 bentuk penanganannya berbeda dengan orang dewasa.
“Orang dewasa seumpamanya tinggal isolasi, tapi kalau anak belum tentu diisolasi. ruang penanganan pun harus khusus,” terang Kadis
Kadis mengatakan, peserta didik baru secara umum, tidak berbeda dengan tahun sebelumnya ketika masih di era normal. Namun dimasa darurat Covid-19, pihaknya tidak mengizinkan orangtua siswa berbondong-bondong kesekolah yang dapat menimbulkan kerumunan massa.
Baca Juga : Disdik Sumedang Bersyukur, Dua SD Terkena Dampak Tol Cisumdawu Akhirnya Direlokasi
“Kami tidak mengizinkan orang tua siswa datang sekolah berbondong-bondong. Jadi kita sekarang sudah beri pengarahan kepada guru yang bertugas untuk mendaftar melayani dengan baik agar tidak terjadi kerumunan massa.”Paparnya.
masih menurut Kadis, untuk pendaftaran peserta didik baru dilakukan secara online dan offline. Pendaftaran SMP ke SMK atau yang setara sudah diatas 90 persen berbasis online.
“SD ke SMP kurang lebih di 60 persen online masih bersifat kolektif. Yang masih manual kolerif oleh gurunya. Misalkan di Surian itu masih terbatas akses internet, ini dimaklumi, beberapa SMP di Jatigede, satu atap Jatinunggal, Cimanggung tidak sepenuhnya online sedang Paud Kober ada tiap RW.”Lanjutnya
Ia momohon kerjasama dan pengertian dari orang tua siswa dalam pembelajaran. “Yang jadi penekanan dukungan orang tua semua walaupun masih darurat Covid-19 anak-anak belajar di rumah, mohon pengertiannya. Semua sudah berjalan dengan baik walaupun ada aturannya.” Pungkasnya.

