Kabupaten Sumedang Raih Jamsostek Paritrana Award Tahun 2019

Kabupaten Sumedang Raih Jamsostek Paritrana Award Tahun 2019

SUMEDANG, KORSUM.ID – Kabupaten Sumedang mendapatkan apresiasi dari
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) berupa anugerah “Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award” karena keberhasilannya dalam pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Daerah Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Barat Dewi Hj. Rd Dewi Sartika kepada Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir di Aula Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bandung, Kamis, (10/9/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Sumedang juga meraih Juara 1 Kategori Perusahaan Besar oleh PT. Kahatex dan Juara 1 Kategori Perusahaan Kecil Mikro oleh Apotek Palasari sebagai perusahaan yang patuh dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersyukur atas diraihnya Juara Pertama Anugerah Paritrana untuk kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

“Dengan penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi Pemda untuk terus meningkatkan cakupan kepesertaan, kemudian memperkuat lagi regulasi berkaitan dengan jaminan sosial ketenagakerjaan ini,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, persentasi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang dinilai cukup baik. Menurutnya, kuncinya adalah komunikasi serta koordinasi yang intensif dan efektif antara Pemda dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Dari hasil komunikasi dan koordinasi, kata Bupati, akhirnya Pemda membuat MoU yang bisa memperbanyak cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sumedang.

“Contohnya, MoU terakhir kami perusahaan yang mengajukan izin ke Mall Pelayanan Publik harus terpenuhi jaminan sosial bagi para pekerjaanya. Itu salah satu contoh bagaimana perusahaan harus memberikan perlindungan bagi para pekerjanya,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Asisten Daerah Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menjelaskan, anugerah tersebut sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama dari para pemberi kerja dalam melakukan perlindungan masyarakat di Jawa Barat.

Penilaian ketenagakerjaan ini, sambung Dewi, telah dilakukan melalui pembentukan tim sesuai SOP dan langkah langkah lain yang dilakukan di setiap tahunnya. Dengan adanya penilaian ini, pihaknya menginginkan ada peningkatan, khususnya dari segi kepesertaan.

“Tahun ini tahun memprihatinkan. Para pemberi kerja harus ‘survive’ dengan situasi ekonomi. Mudah-mudahan Jawa Barat di trimester ke depan tidak minus. Karena itu, kerja sama dengan perusahaan pemberi kerja perlu dilakukan agar pemulihan ekonomi bisa dicapai dalam waktu singkat,” katanya.

Terakhir, ia pun mengharapkan agar para pemenang terus meningkatkan jumlah kepesertaannya dan menjadi model bagi pemberi kerja yang lain bahwa hal ini penting untuk persatuan kesatuan sehingga pekerja yang ada di Jawa Barat bisa semakin kondusif.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat M Yamin Pahlevi, Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Rahmat Taufik Garsadi, serta para kepala daerah se-Jawa Barat dan pimpinan perusahaan penerima penghargaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *