Kearifan Lokal Dinilai Mampu Tangkal Konflik dan Radikalisme di Masyarakat

Kearifan Lokal Dinilai Mampu Tangkal Konflik dan Radikalisme di Masyarakat

Sumedang, KORSUM – Kearifan budaya lokal dinilai sangat efektif untuk mencegah terjadinya konflik sosial dan radikalisme ditengah keberagaman budaya dan adat istiadat di masyarakat.

“Jadi, dengan adanya seni yang diangkat dari budaya lokal, bisa mempersatukan, guyub, rukun dan sauyunan dengan memanfaatkan media seni budaya yang ada,” kata Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang, Komar SE,.ME saat dikonfirmasi wartawan ketika menghadiri Pagelaran Seni Reog Jampa Rajawali di Dusun Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Selasa (6/10).

Adapun pada tahun 2020 ini, sambung Komar, Kementrian Sosial RI mengadakan program pemberian bantuan Sarana dan Prasarana (Sapras) bagi para pelaku seni yang tujuannya untuk, mencegah konflik dan radikalisme di masyarakat.

“Alhamdulillah, dari 277 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Sumedang, saat ini Lingkung Seni Reog Jampa Rajawali, Dusun Gadung Desa Sukajaya, menjadi satu-satunya pelaku seni yang mendapatkan bantuan Sapras dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sumedang Selatan Syarif Effendi Badar mengatakan, dengan adanya bantuan yang diberikan kepada Reog Jampa Rajawali ini, diharapkan bisa meningkatkan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kearifan lokal.

“Mudah-mudahan, dapat meningkatkan kembali kegotongroyongan dan partisipasi masyarakat khususnya di Desa Sukajaya ini,” ujarnya.

Syarif berharap, kedepannya nilai-nilai kearifan lokal bisa diwariskan kepada generasi muda, melalui media seni budaya yang ada di Dusun Gadung ini.

“Alhamdulillah, tadi acaranya berjalan dengan lancar, dan dalam pelaksanaannya juga dilakukan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat, seperti adanya tempat cuci tangan, bikin disinfektan dan juga masyarakat yang hadir semuanya menggunakan masker,” tandasnya.

Ditempat yang sama Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan Nenden Dwi Raspati mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan yang diterima oleh Lingkung Seni Reog Jampa Rajawali ini. Dengan adanya bantuan ini diharapkan bisa terus melestarikan budaya, kemudian juga untuk meningkatkan prestasinya, serta menjadi lebih baik dan berkembang lagi.

Selain itu, kedepannya juga adanya seni budaya Reog Jampa Rajawali ini, akan dijadikan sarana atau media bagi para generasi muda agar terus melestarikan budaya yang ada di Desa Sukajaya.

“Sebetulnya untuk lingkug seni di Desa Sukajaya sangat beragam ditiap RW-nya. Dan hari ini baru satu lingkung seni yang mendapatkan bantuan Sapras ini. Tentunya kami dari Pemerintah Desa sangat berharap agar semua lingkug seni budaya yang ada di Desa Sukajaya ini mendapatkan bantuan serupa,” ucapnya.

Nenden menambah, banyak sekali potensi seni budaya lokal yang ada di Desa Sukajaya yang bisa dikembangkan, seperti Calung, Singa Lugay dan Reog.”Intinya, dengan berbagai seni budaya lokal tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu media untuk menangkal konflik dan radikalisme yang rawan terjadi di Masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

One Reply to “Kearifan Lokal Dinilai Mampu Tangkal Konflik dan Radikalisme di Masyarakat”

  1. Badhen Syambas

    Rahayu sagung dumadi. Waluya salawasna. Sapuk pisan kana cariosan Camat Sumsel wireh kearifan lokal pami dipupusti tiasa nyegah tina paham radikalisme bahkan gerakan anu sifatna transnasional. Ngamulihkeun deui sajatina kasenian sunda khususn Sumedang Larang supados jati teu kasilih ku junti.