Sumedang, KORSUM.ID – Jalan Cadas Pangerang Kabupaten Sumedang disebut-disebut jalan bersejarah yang penuh misteri. Namun dibalik itu, ada Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang sudah 4 tahun menggantungkan hidupnya disekitar ruas jalan yang bersejarah tersebut.
Dedi dan Neli Pasutri itu, mengaku tinggal di pemukiman tepat dibawah jalan Cadas Pangeran yakni Dusun Pasir Ucing Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan.
Pasutri 3 anak ini bercerita kisah hidupnya bertahun-tahun bergantung di Cadas Pangeran yaitu mengais rezeki jualan kopi seduh dengan menggelar sehelai tikar di pinggir ruas jalan tersebut hanya bermodal 200 ribu rupiah.
Namun semenjak dilanda corona, lanjut dia, jualan kopinya sepi. Terkadang tidak menghasiskan 1 thermos air panas. Tidak seperti dulu sebelum corona, bisa menghabiskan 2 thermos. Terkadang reziki juga datang melimpah ketika hari libur, bisa menghabiskan 5 thermos air panas.
“Alhamdulillah hanya sekedar untuk makan dan ongkos anak sekolah dari jualan kopi ini bisa tercukupi. Mencari rezeki di Cadas Pangeran ini, tidak muluk-muluk bisa berlebihan, tapi hanya bisa menutupi kebutuhan hidup saja, ” kata Pasutri ini di Cadas Pangeran, Munggu (19/12/2021).
Pasutri ini menyebut lumayan bila meraih uang 150 ribu rupiah perhari dari jualan kopinya. Namun mengeluh jika turun hujan yang katanya, hanya dapat 20 ribu rupiah saja karena terpaksa harus bergegas pulang meski dengan 20 ribu rupih bawa pulang ke rumah.
“Jualan disini tidak boleh pasang payung meski hanya sekedar untuk berteduh dari panas matahari atau guyuran hujan. Bahkan bonggar sapang pun tetap dilarang petugas Pol PP, ” ujarnya.
Lain halnya diungkapkan Dedi suami Neli. dia menyebut tidak mengerti dengan bantuan sembako yang disalurkan pemerintah. Sejak dulu, kata Dedi, belum pernah mendapat bantuan tersebut, sementara tetangganya yang notabene lebih mampu bahkan punya mobil segala macam, sering mendapatkan bantuan pemerintah.
“Padahal hidup tetangga itu lebih mafan ketimbang saya yang hidup hanya mencari uang receh jualan kopi di Cadas Pangeran. Tapi Ahamdulillah, kemarin mendapat 5 liter beras dari Kodim yang kebetulan saat itu kendaraan Kodim melintas di jalan Cadas Pangeran, ” sebutnya.
Namun, lanjutnya, jualan kopi diruas jalan Cadas Pangeran terkadang diusir petugas Pol PP, sehingga harus cepat lari bawa barang dagangan karena takut disita petugas tersebut.
“Bila seandainya diperbolehkan pakai peneduh (payung), mungkin jualan kopi bisa sampai malam hari. Sebab, saat ini paling bisa sampai sore, itu pun jika tidak turun hujan, “katanya.

