Pemdes Linggajaya Pertanyakan, Kejelasan Penggantian TKD Seluas 12 Hektar

Pemdes Linggajaya Pertanyakan, Kejelasan Penggantian TKD Seluas 12 Hektar

Sumedang, KORSUM – Pemerintahan Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu meminta kejelasan penggantian Tanah Kas Desa (TKD) seluas 12 Ha Dusun Cijengjing, yang dipakai untuk perumahan relokasi bagi warga terdampak pergerakan tanah di Dusun Ciumpleng Desa Cinangsih.

Kepala Desa Linggajaya Agus Wawan mengatakan, maksud kedatangannya ke DPRD yaitu untuk meminta kejelasan, terkait penggantian TKD Linggajaya yang dipakai untuk relokasi di Blok Cijeungjing seluas 12 Hektar.

“Kami sudah melayangkan surat ke Pa Bupati, tapi hingga saat ini belum ada tanggapan, untuk itu kami melakukan Audensi ke DPRD untuk meminta kejelasan terkait pergantian TKD tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi KORSUM, Rabu (21/10).

Agus menuturkan, sejak dibangunnya relokasi tersebut pada tahun 2011 lalu. Kami belum mendapatkan kepastian kapan TKD itu akan diganti. Disini lain, sejak tanah TKD itu dialihfungsikan sebagai relokasi bagi warga terdampak pergerakan tanah, ada sebagian masyarakat Desa Linggajaya yang hilang garapannya.

“Kami dari pihak Desa, kerap sekali mendapatkan keluhan dari Warga khususnya warga penggarap yang mempertanyakan, terkait pergantian lahan tersebut. Untuk itu, kemarin saya beserta BPD, LPM, Bumdes, Para Ketua RW, para tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok penggarap lahan (petani) secara bersama melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang terkait Penyelesaian TKD tersebut,” tuturnya.

Padahal, sambung Agus, tentang penggantian TKD itu, konon sudah terbit SK Bupati sewaktu Dr. H Don Murdono, kalau untuk rumah hantu terbesar bisa diberikan kepada warga Desa Linggajaya yang belum memiliki rumah yang dinilai warga miskin.

Selain itu, dari sekitar 503 unit rumah yang dibangun, sebanyak 87 unit kondisinya ambruk, 233 tidak dihuni, dan yang terisi ada 183 unit. Hanya saja, sebagian besar yang mengisi adalah warga terdampak Waduk Jatigede yang membeli dari warga Cinangsi sebagai penerima manfaat, selebihnya adalah warga asal Cinangsi.

“Kami berharap, agar Pemkab Sumedang memberikan kejelasan terkait pergantian TKD tersebut. Terlebih saat ini kondisinya sebagian rumah sudah rusak dan tak berpenghuni,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *