Potensi Tembakau Melimpah, Kawasan Industri Tembakau di Sumedang Mulai Dikaji

Varietas Tembakau
Perkebunan tembakau (Foto Instagram)

KORSUM.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKMPP), saat ini mulai melakukan kajian untuk pembangunan kawasan industri hasil tembakau.

Kajian tersebut dilakukan, untuk menangkap besarnya potensi hasil tembakau di Sumedang. Bahkan, Sumedang sendiri menjadi salah satu daerah penyuplai tembakau di Indonesia.

Kepala Bidang Perindustrian pada Diskop UKMPP Kabupaten Sumedang, Entis Sutisna mengatakan, sumedang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau, yang telah banyak memasok kebutuhan tembakau di Indonesia.

“Besarnya potensi hasil tembakau sehingga menjadi salah satu daerah penyuplai tembakau di Idlnoy. Maka kami berinisiatif akan mencoba mengembangkan industri pengolahan hasil tembakau di Sumedang ini, untuk itu kami melakukan kajian,” kata Entis kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dalam waktu dekat, kata Entis, Diskop UKMPP akan melakukan studi kelayakan, atau melakukan kajian untuk pembentukan kawasan industri hasil tembakau di Sumedang.

“Kajian untuk kawasan industri tembakau ini, tentunya akan melibatkan pihak ketiga, hal ini karena hanya para tenaga ahli di bidangnya yang bisa melakukan studi kelayakan tersebut,” ujar Entis.

Kajian tentang kawasan industri tembakau ini, lanjut Entis, tentu sangat penting dilakukan, untuk memastikan layak atau tidaknya Kabupaten Sumedang dijadikan sebagai kawasan industri hasil tembakau.

Adapun perkebunan tembakau di wilayah Kabupaten Sumedang ini, tambah Entis, tersebar luas di sejumlah kecamatan, seperti di wilayah Kecamatan Darmaraja, Tomo, Jatigede, Tanjungsari, dan Sukasari.

“Tak hanya itu, jumlah industri tembakau pun sudah lumayan banyak, yaitu kurang lebih 25 pengusaha. Kendalanya adalah tidak terpusat di satu kawasan, melainkan masih tersebar,” tutur Entis.

Diakuinya, upaya pengawasan dan pengendalian industri pengolahan hasil tembakau masih kurang optimal, karena tersebarnya industri tembakau tersebut. Sehingga perlu dilakukan pembenahan dengan dibentuk kawasan industri khusus pengolahan hasil tembakau, untuk memudahkan pembinaan dan pengendalian industri tembakaunya.

“Untuk rencana kajian kawasan industri hasil tembakau ini, langkah pertama kita yaitu melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga, sebagai pihak yang melakukan kajian,” ujar Entis menegaskan.

Entis mengatakan, dari hasil kajian tersebut, nantinya akan menghasilkan sebuah rekomendasi dari para ahli, sebagai dasar Pemda Kabupaten Sumedang dalam mengeluarkan kebijakan terkait pengembangan industri pengolahan tembakau.

“Jadi, layak atau tidaknya Kabupaten Sumedang dijadikan kawasan industri hasil tembakau itu harus dilakukan kajian terlebih dahulu untuk memastikannya,” ucapnya.

Sementara untuk kebutuhan anggarannya, tambah Entis, kegiatan studi kelayakan, akan didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sehingga anggaran itu akan dimanfaatkan demi kemajuan usaha tembakau di Sumedang.

“Ini merupakan ikhtiar dari Pemda Kabupaten Sumedang, untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil tembakau di wilayah Sumedang,” ujarnya menegaskan.