PTM Ditunda, Disdik Sumedang Siapkan 7 Metode Pembelajaran di BDM

Sumedang, KORSUM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang memastikan akan menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilaksanakan pada hari pertama tahun ajaran baru yakni 19 Juli 2021 mendatang jika seandainya kasusĀ  covid -19 terus mengalami lonjakan seperti sekarang ini.

Namun, meskipun PTM Ditunda hingga total kembali ke BDM (Belajar di Rumah) seperti tahun ajaran 2020-2021, Disdik sudah siapkan strategi dengan 7 metode pembelajaran di rumah.

Disdik sedang susun beberapa alternatif jika kondisi covid menurun atau landai. Alternatif pertama, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yaitu setengah dari kafasitas. Kedua, seperempat dari kafasitas dan ketiga total Belajar Di Rumah (BDR) jika kondisi covid masih tinggi.

Demikian disampaikan Kepada Disdik Kabupaten Sumedang Agus Wahidin diruang kerjanya,  Selasa (22/06/2021). Kata dia,
Disdik harus ambil keputusanya di H-7 sebelum pelaksanaan pembelajaran tatap muka hari pertama tahun ajaran baru pada  19 Juli 2021 sesuai kalender pendidikan.

“H-7 tersebut, jatuh pada tanggal 12 Juli 2021 nanti,  apakah PTM terbatas atau total BDM?, tergantung situasi dan kondisi covid-19 nanti, “ujarnya.

Meski demikian, Disdik berharap pada alternatif kedua karena merasa kasihan kepada anak didik termasuk orang tua murid. Namun Disdik juga tidak mau memaksakan dibikin coba-coba tapi harus mengacu kepada realistis atau kenyataan yang ada.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak satu murid pun di Kabupaten Sumedang yang terpapar covid-19. Namun ada  1 orang guru yang terpapar covid-19, dan 1 orang meninggal, namun terpaparnya bukan di sekolah, “ujarnya.

Disebutkan, dimasa darurat atau new normal ini, orientasi pendidikan bukan lagi ketercapaian kurikulum, namun lebih kepada keterampilan hidup serta pembentukan karateristik mandiriĀ  yang lebih kreatif dan inovatif yang teknisnya sedang disusun.

“Jika seandainya kondisi kasus Covid 19 ini landai atau turun , maka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini, untuk SD dimulai dari kelas 1, 2 sampai kelas 3,  sementara untuk kelas 4, 3 dan 6 belum bisa dilaksanakan, “jelasnya.

Sebab, lanjutnya, kelas 1, 2 dan 3 SD tersebut dikhawatirkan tidak terkontrol dalam pembelajaran dasar yaitu membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Sementara untuk SMP, hanya diijinkan kelas 8 sebab kelas 8 tersebut masuk pada tahun lalu yang sampai sekarang belum pernah masuk sekolah.

Dan, jika seandainya kondisi covid-19 ini tetap tinggi bahkan meningkat, pimpinan daerah setuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditangguhkan, dan kembali belajar di rumah (BDR) dengan 7 metode pembelajaran.