Puluhan Tahun Sejak Dibangun Pasar di Jatigede Dibiarkan, 1 Milyar Lebih Dinilai Mubajir

Pasar di Jatigede Dibiarkan
Pasar di Jatigede Dibiarkan

KORSUM.ID – Sejak dibangun pasar di Dusun Cihideung Desa Cijeungjing Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang dengan luas lahan 5.964 m² sama sekali belum pernah di gunakan, sedangkan anggaran yang digunakan diatas 1 milyar dan dinilai mubajir.

Penulusuran KORSUM, lokasi pasar tersebut jarak ke jalan Raya Jatigedé kurang lebih 3 km, sebanyak 40 lebih kios dan 2 lapak kondisi bangunan sebagian telah lapuk dan rusak karena dibiarkan puluhan tahun, dan menurut informasi yang dihimpun pasar tersebut dibangun pada tahun 2008.

Selain itu, kondisi pasar menjadi kebun pisang dan sabagian digunakan warga lapang volly, rollingdoor dan tiang di 2 lapak tersebut sudah lapuk dan berkarat, penuh dengan tulisan yang tidak pantas.

Saat dikonfirmasi salah satu warga Dadi Suryadi (69) mengatakan bahwa pasar yang dibangun sekitar tahun 2008 di lingkungan Cihideung ini setelah selesai dibangun sampai sekarang sama sekali belum pernah di gunakan untuk pasar.

“Saya juga heran pa, aneh nya kenapa juga dibangun untuk pasar tapi tidak digunakan, kan sayang, mubajir pa, biaya pembangunan ini luar biasa besar pa, kalau tidak salah lebih dari satu milyar, kami sebagai warga disini dulunya bakal senang bahwa akan ada pasar dilingkungan kami, eh malah jadinya begini,” kata Dadi saat dikonfirmasi Rabu 29 Nopémber 2023 dilokasi.

Dari pada mubajir, sambung Dadi, warga menggunakan lapang bola Volley dan ditanami pohon pisang, jadi masih bisa dimanfaatkan, meski kondisi bangunan sudah rusak karena dibiarkan sudah puluhan tahun.

“Ya kami berharap, semoga bangunan pasar ini bisa digunakan, dan dimanfaatkan untuk hal lain meski bukan untuk pasar juga, sayang sekali, jadi mubajir bangunan milik Pemda Sumedang,” jelasnya.

Lain halnya, dikonfirmasi Kepala Bidang Perdagangan pada Diskop UKMPP Kabupaten Sumedang Somali menjelaskan bahwa kaitan dengan pasar di wilayah Jatigede Desa Cijeungjing dusun Cihideung itu asetnya belum di serah terimakan kepada pihak Diskop-UKMPP Sumedang.

“Pembangunan pasar itu pada masa transisi SOTK, jadi dibangun oleh Dinas Koperasi Sumedang, hingga sampai saat ini, masih aset milik Pemda Sumedang bukan aset DiskopUKMPP Kabupaten Sumedang,” ujar Somali menandaskan saat di konfirmasi Kamis 30 November 2023 diruang kerjanya.