Sumedang, 9 September 2024 – Kawasan Sumedang Industrialpolis resmi ditawarkan kepada pengusaha asal Malaysia dalam kunjungan kerja mereka ke Kabupaten Sumedang, Selasa (9/9/2025). Kawasan industri yang mencakup wilayah Buahdua, Ujungjaya, Tomo, dan Jatigede ini merupakan bagian dari Kawasan Rebana Metropolitan, pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat yang didukung infrastruktur strategis nasional.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menerima langsung rombongan pengusaha, pemilik saham, serta Dewan Komisaris PT Asia Pelangi Remiten (Action Pay) Malaysia di Gedung Negara. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan kesiapan Sumedang untuk menarik investasi asing.
“Pengusaha dari Malaysia berkunjung ke Sumedang dan kami membahas peluang investasi. Untuk menarik investor, Sumedang sudah mempunyai Perda tentang kemudahan investasi dan insentif termasuk regulasinya,” ujar Bupati Dony.
Posisi Strategis Kawasan Rebana
Menurut Bupati, keberadaan Sumedang Industrialpolis berada di lokasi yang sangat strategis karena termasuk dalam Kawasan Rebana yang memiliki dukungan infrastruktur nasional. Kedekatannya dengan Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban menjadi nilai tambah besar bagi investor.
“Sangat strategis ke Bandara Kertajati hanya hitungan menit. Ke Pelabuhan Patimban Cirebon hanya satu jam. Ini akan menjadi pusat pertumbuhan Jawa Barat, khususnya di Sumedang, Majalengka, Subang, Cirebon, Kuningan, dan Indramayu,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara geografis Sumedang juga diuntungkan karena posisinya dekat dengan Jakarta, Bandung, maupun Cirebon. “Sumedang berada di koridor antara Bandung dan Cirebon dengan akses jalan tol yang menghubungkan, sehingga masuk dalam Bandung Metropolitan Area sekaligus Cirebon Area,” ungkapnya.
Lahan 1.000 Hektare untuk Industri
Bupati Dony memaparkan bahwa lahan yang disiapkan untuk Sumedang Industrialpolis mencapai 1.000 hektare. Pemerintah daerah juga sudah merancang zonasi industri untuk berbagai kebutuhan.
“Kami sudah menyiapkan zonasi industrinya untuk manufaktur bisa, industri hijau seperti mobil listrik dan lainnya,” kata Bupati. Dengan konsep tersebut, Sumedang berupaya menyesuaikan arah pembangunan industri yang ramah lingkungan sekaligus futuristik.
Apresiasi Investor Malaysia
Sementara itu, pengusaha Malaysia menyambut baik inisiatif Sumedang yang telah menyiapkan dasar hukum berupa peraturan daerah (Perda) untuk kemudahan investasi. Hal ini dinilai sebagai jaminan kepastian hukum bagi calon investor.
“Perda yang memudahkan investasi itu berita baik bagi kami pengusaha. Jangan sampai ada kendala-kendala,” kata Muslim Iskandar, salah satu perwakilan pengusaha Malaysia.
Rombongan pengusaha Malaysia yang hadir antara lain Datuk Rizal, Masha Harun, Irfan Fauzi, Mahfudz Abdurrahman, Sutiana, dan Muslim Iskandar. Mereka diterima jajaran pejabat daerah seperti Kepala Bappeda Sajidin, Kepala BPKA Ineu Inajah, Ketua Kadin Sumedang Thomas Darmawan, Ketua PHRI Harnandito Yudhitia, serta Ketua HIPMI Rafika Adnur.
Dorongan Pertumbuhan Ekonomi Regional
Kunjungan investor Malaysia ini menjadi momentum penting bagi Sumedang untuk mempromosikan diri sebagai destinasi investasi baru. Kehadiran kawasan industri dalam skala besar diproyeksikan tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga memberi kontribusi bagi pertumbuhan kawasan Rebana secara keseluruhan.
Dengan dukungan infrastruktur nasional, kepastian regulasi, dan lahan yang luas, Sumedang Industrialpolis diharapkan dapat menarik minat investor asing maupun domestik. Kehadiran investor Malaysia menjadi sinyal awal bahwa kawasan ini mulai diperhitungkan dalam peta industri di Jawa Barat.
Bupati Dony menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal investasi yang masuk agar berjalan lancar. “Kami ingin memastikan Sumedang menjadi tujuan investasi yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sinergi Pemerintah dan Investor
Pertemuan ini menandai langkah serius pemerintah daerah dalam menjalin sinergi dengan pihak swasta. Dengan menjadikan mahasiswa, pengusaha lokal, hingga pelaku usaha internasional sebagai mitra, Sumedang menargetkan terciptanya ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Sumedang Industrialpolis, pemerintah daerah berharap bisa memperkuat posisi Sumedang sebagai bagian penting dari Kawasan Rebana, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

