Sumedang, 14 Juni 2025 – Aksi tawuran antar pelajar kembali terjadi di kawasan Jalan Raya Cadas Pangeran Atas, Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (12/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok dari SMK YPGU Sumedang dan SMK BPI Cileunyi, serta menyebabkan dua pelajar mengalami luka berat.
Dua korban tersebut yakni Azis Kriswanto (16) dari SMK YPGU dan Rezi Kamal (18) dari SMK BPI, saat ini tengah menjalani perawatan intensif masing-masing di RSUD Wirahadi Kusuma Sumedang dan RSUD Ujungberung Bandung.
Kapolres: Kekerasan Pelajar Tak Bisa Ditoleransi
Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, S.I.K., M.Hum, menegaskan bahwa tindakan kekerasan semacam ini tidak bisa dibiarkan, apalagi dilakukan oleh pelajar yang seharusnya berada dalam lingkungan pendidikan dan pembinaan karakter.
“Kami tindak tegas yang terbukti melakukan pidana. Tapi kami juga kedepankan pembinaan bagi anak-anak yang belum terlibat langsung dalam kekerasan,” ujarnya.
Dari 29 orang yang diamankan, 8 orang ditetapkan sebagai pelaku pidana dan dikenakan Pasal 170 KUHP serta UU Darurat No. 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam.
Pendekatan Humanis: 21 Anak Diserahkan untuk Pembinaan Karakter
Sisanya, 10 pelajar dikirim ke Barak Militer Dodiklat TNI AD guna mengikuti pembinaan kedisiplinan, dan 11 orang lainnya dibina secara psikososial melalui PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) DPPKBP3A Sumedang.
Langkah ini diambil untuk mencegah keterlibatan lebih jauh dan membangun kembali kesadaran serta karakter positif para pelajar.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Rehabilitasi dan Pencegahan
Kapolres juga memastikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk:
Balai Pemasyarakatan (BAPAS)
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa selain penindakan, ada pembinaan berkelanjutan untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Tawuran pelajar adalah ancaman masa depan. Kami ingin menjadikan ini momentum perbaikan pengawasan dan pembinaan, baik di sekolah maupun keluarga,” pungkas Kapolres.

