Sumedang, KORSUM.ID – Desa Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang merupakan salah satu desa yang memiliki angka Stunting atau balita gagal tumbuh cukup signifikan.
Sehingga desa tersebut dijadikan Lokasi Khusus (Loksus) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) dalam rangka menekan terjadi Stunting baru, dan penuntasan Stunting yang sudah ada.
Bintek yang diikuti para Kader Posyandu, Bidan Desa, Para ibu PKK dan pendamping desa itu, menghadirkan beberapa nara sumber yakni Kabid Kelembagaan dan SDM DPMD, tenaga ahli dan koordinator PPG Kabupaten Sumedang serta Camat Sumedang Utara dan Kades Mulyasari, Kamis (23/12/2021).
Kabid Kelembagaan dan SDM DPMD Gun Gun Nugraha mengatakan, sasaran konvergensi stunting di desa meliputi remaja putri (Posyandu remaja), pasangan usia subur, ibu hamil dan menyusui. Bayi usia 0 sampai dengan 23 bulan serta anak usia 24 sampai dengan 59 bulan.
“Layanan dasar Posyandu seperti kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, air bersih dan sanitasi. Perlindungan sosial ibu hamil dan menyesui serta balita terhadap jaminan kesehatan dan administrasi kependudukan, ” tandasnya.
Disampaing itu, lanjut Gun Gun, pola pengasuhan anak melalui Paud dan BKB. Mencegah perkawinan anak, dan pendayagunaan lahan pekarangan keluarga dan tanah kas desa untuk membangun kandang, kolam dan kebun dalam rangka ketersediaan makanan sehat untuk ibu hamil dan anak sekolah.
“Sinkronisasi rembuk Stunting sebagai bentuk aksi percepatan penurunan angka Stunting sebagai acuan pemerintah desa untuk merekomindasi intervensi desa dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA). Seperti konseling gizi, kebersihan dan pengasuhan orang tua yang ditunjang dengan sarana air bersih dan sanitasi, ” tuturnya.

