Sumedang, KORSUM.ID – Warga Dusun Cilega Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya merasa terancam dengan datangnya hujan.
Hujan hanya sebentar saja sekitar 30 menitan air sudah meluap hingga 1 meter, karena tidak adanya irigasi atau pembuangan air, irigasi yang ada di tutup jalan tol.
“Kami sudah katakan sebelumnya, ketika pembangunan jalan tol di mulai, warga pun mengingatkan dan memohon agar saluran irigasi yang sudah Puluhan Tahun itu jangan di tutup, karena kalau di tutup akan mempercepat air naik dan mengakibatkan banjir,” ungkap Tokoh Masyarakat Oco Tarsa kepada Korsum melalui telepon Kamis (21/10/21).
Sebelum ditutup irigasi saja, kata Oco Tarsa, sudah mengalami banjir, apalagi sekarang saluran irigasi ditutup, warga jelas sangat khawatir, namun hal itu masih menunggu meski protes dan musyawarah sudah dilakukan baik dengan pihak PT. Brantas dan pihak CKJT bahkan kemarin pun sudah musyawarah kembali lengkap dengan Komisi 4 DPRD Kab. Sumedang.
“Warga kami mau ngomong apalagi sekarang, hari ini saja, hujan hanya sebentar kurang lebih 30 menitan air hujan meluap sampai kurang lebih 1 meteran, apalagi hujan nya seharian? Tolong lah, musyawarah sudah, lalu apalagi? Sampai saat ini hasil musyawarah kemarin dengan Komisi 4 DPRD Kab. Sumedang belum ada titik terang,” jelasnya.
Dia melanjutkan, warga saat ini berkumpul dan waspada, ketika nanti hujan ditengah malam, warga harus siap-siap mengantisipasi, bahkan yang dikhawatirkan adanya banjir bandang dari sungai Cipelang yang tiba-tiba air meluap hujan dari hulu.
“Mau sampai kapan kami menunggu? Wahai para pemangku kebijakan dan kewenangan? Apa menunggu kami diterjang banjir dulu? Apa menunggu rumah kami terendam air? Siapa nanti yang mau bertanggung jawab? Kami sudah bicara jauh jauh hari agar suara kami di dengar,” ujarnya.
Hal yang sama di katakan Kepala Desa Sakurjaya Eje Charlim bahwa dirinya memiliki beban moral dan rasa tanggungjawab kepada warganya.
“Hujan hanya 30 menitan, air meluap sampi kurang lebih 1 meteran. Setelah musyawarah kemarin kurang lebih satu pekan, namun belum tampak titik terang. Saya berharap, tolong segera dengar suara warga kami, jangan sampai menunggu sesuatu yang tidak di harapkan yaitu menunggu warga kami kebanjiran,” ucapnya.
Apalagi yang bisa dilakukan, kata dia, semua sudah di tempuh dari bicara baik baik hingga sampai musyawarah dengan DPRD Kab. Sumedang, sudah dilakukan, sekarang warga kawatir dengan setiap hujan turun.
“Jangan menunggu warga kami banjir dulu lalu segera berbuat, antisipasi sekarang, segera bikin gorong gorong untuk mengaktifkan lagi saluran warga yang di tutup jalan tol, kawatir resah, sudah pasti warga kami tidak nyaman ketika hujan turun, saat ini saja kami berkumpul berjaga jaga,” ungkapnya.

