Minim Promosi, Destinasi Wisata di Sumedang Malah Sepi Saat Libur Panjang

  • Bagikan

Sumedang, KORSUM – Libur panjang yang terhitung mulai 27 Oktober hingga 1 November 2020 kemarin, rupanya tidak berdampak positif terhadap sektor Wisata di Sumedang.

Hal ini, dapat dilihat dari minimnya wisatawan yang berkunjung ke Destinasi Wisata serta jumlah Okupansi Hotel yang hanya mencapai 28,7 persen. Minimnya pengunjung juga terjadi di sejumlah restauran di Sumedang, dimana persentasinya hanya dibawah 30 persen selama libur panjang tersebut.

Demikian disampaikan oleh Ketua BPC PHRI Kabupaten Sumedang, H. Nana Mulyana pada wartawan, Minggu (1/11).

Menurutnya, sepinya wisatawan yang berkunjung ke Sumedang, dinilai karena kurangnya promosi atau upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mendorong sektor pariwisata, supaya lebih menarik dan mempunyai daya pikat yang luar biasa khususnya Sumedang. Sehingga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Ini harus ada upaya-upaya konkret dari pemerintah bagaimana mempromosikan Sumedang, sehingga menjadi salahsatu Destinasi dan kota tujuan wisata di Jawa Barat. Karena kita melihat bahwa Sumedang tertinggal jauh dibanding dengan daerah seperti Garut atau Cirebon. Padahal di Sumedang semuanya sudah ada. Hanya saja yang kurang adalah bagaimana upaya promosi dan event-event untuk menarik wisatawan masuk ke Sumedang,” ujarnya.

Minimnya wisatawan ke Sumedang ini, sambung Nana, tentunya menjadi PR bersama untuk sama-sama duduk dan sama-sama berpikir bagaimana membuat rumusan akhirnya Sumedang menjadi kota tujuan wisata.

“Terus terang kami juga berpikir, apa sebetulnya yang terjadi karena se-Jawa Barat yang menikmati kue liburan itu Bandung kemudian Bogor saja,” ucapnya.

Nana menambahkan, kami dari PHRI tentunya berharap ada langkah-langkah yang harus segera dilakukan. Karena jika dibiarkan terus seperti ini, maka industri yang bergerak di bidang wisata dan Hospitality tidak akan lagi mampu untuk bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 ini.

“Semua pihak, terutama Pemerintah dan pelaku usaha harus segera melakukan upaya-upaya atau langkah-langkah. Bagaimana kedepan menjadikan Sumedang sebagai kabupaten pariwisata,” katanya menegaskan.

  • Bagikan