60 Persen Jumlah KK di Sumedang Akan Menerima Bansos di PPKM Darurat Ini

  • Bagikan

Sumedang, KORSUM – Sebanyak 255.735 KK atau 60 persen dari total KK penduduk Kabupaten Sumedang yang terdampak Covid-19, dipastikan akan menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos, pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat ini.

Demikian disampaikan oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir usai melepas kendaraan pemasok Bansos berupa sembako dari pemerintah kabupaten di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Sumedang, Senin (19/7/2021).

Adapun untuk sumber Bansos sendiri, kata Dony, yaitu ada yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, yang meliputi Bansos dari Program Keluarga Harapan (PKH), dengan penerima sebanyak 42.000 KPM, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) penerima lama sebanyak 72.000, serta BPNT penerima baru sebanyak 80.000 KK.

Kemudian, sambung Dony, Bansos lainnya juga bersumber dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk 9.000 KK, Bansos dari kabupaten sebanyak 8000 KPM dan dari Baznas Sumedang untuk 5.000 penerima manfaat.

“Hari ini mulai disalurkan 5.000 paket Sembako yang bersumber dari Baznas dan mulai Rabu 21 Juli akan disalurkan Bansos dari Kabupaten yang bersumber dari BTT (Belanja tidak terduga) APBD Sumedang untuk 8000 KPM,” kata Dony.

Untuk itu, Dony berharap agar warga tetap bersabar dan tidak salah paham dengan pendistribusian Bansos ini.

“Bansos ini datangnya dari beberapa sumber, kami memohon kepada warga yang belum menerima untuk bersabar. Karena untuk waktu pendistribusiannya memang berbeda-beda waktu,” terang Dony.

Sementara jika ada warga miskin baru di Kabupaten Sumedang yang belum menerima Bansos, tambah Dony, bisa langsung menghubungi Pemkab Sumedang melalui aplikasi ‘mauneh sumedangkab.go.id.

“Adanya penyaluran Bansos dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten ini. Kami berharap tidak ada satu pun warga Kabupaten Sumedang yang kelaparan di masa Pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, kami berharap kepada warga untuk terus , disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya.

  • Bagikan