Banner Iklan bappenda

Dampak Covid-19 Ajaib, Orang Yang Sudah Meninggal Dapat Sembako

Sumedang, KORSUM – Berawal dari petugas pengiriman paket dari pegawai POS Giro, Kamis 23/4/2020 berupa sembako dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun, aneh bin ajaib orang yang sudah meninggal dapat sembako akibat dari dampak Covid-19.

Hal tersebut Dikatakan oleh salah seorang tokoh masyarakat Cecep Yanyan, bahwa orang yang sudah meninggal mendapatkan bantuan sembako dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan ini terjadi di dua tempat, diantaranya Lingkungan Selareuma Kelurahan Pasanggarahan Baru, dan di Desa Sukagalih Kecamatan Sumedang Selatan.

“Tadi Ada Petugas pengiriman paket melalui pegawai pos, data penerima di Lingk. Selareuma RT 003 RW 007 kel. Pasanggrahan Baru, diantaranya yang menerima bu Mamah status janda dan telah Meninggal Dunia. Bu Asiah status bersuami pensiunan dan telah meninggal Dunia 6 bulan yang lalu,” Ungkap Cecep Yanyan ketika dikonfirmasi Jumat (24/4/2020).

Selain itu, kata Cecep, bu Salamah status janda akhirnya tidak bisa menerima paket karena KTP dan KK tidak sama dengan Data dari POS. Lalu bu Isar status Janda juga tidak bisa menerima paket karena data KTP dan KK tidak sama dengan data dari pos.

“Untuk yang 2 orang yang salah data harus mengurus Perbedaan Data KTP Ke kelurahan, padahal KTP dan KK yang bersangkutan elektrik bukan abal abal. Kenapa orang yang sudah mati masih mendapat paket bantuan dampak korona?, bukan hanya itu saja, di Desa Sukagalih dan diduga di Kelurahan Cipameungpeuk pun sama, orang yang sudah meninggal mendapatkan sembako,” jelasnya.

Dikatakan Cecep, ini bagaimana dengan data data tersebut, sementara warga lain hanya di data terus bantuan belum juga datang ketika PSBB diberlakukan masih saja pendataan, dan siap berikan bantuan, kenyataannya masyarakat menjerit, ekonomi terpuruk.

“Akhirnya pihak petugas pengiriman sembako dari Kantor Pos menarik kembali sembako tersebut karena data tidak sesuai, padahal, orang yang sudah meninggal kan masih ada kerabatnya, ataupun yang salah data masih bisa, kasian kondisi saat ini hanya karena data salah sembako ditarik kembali tidak diberikan kepada yang bersangkutan,”ujarnya.