UMKM Jabar Juara di Latih Digital Marketing

UMKM Jabar Juara di Latih Digital Marketing
UMKM Jabar Juara di Latih di Aula Bank bjb Sumedang

SUMEDANG, KORSUM–Program UMKM Juara saat ini menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencapai Visi “Jabar Juara Lahir dan Batin melalui Inovasi dan Kolaborasi”.

Selasa, (13/10) bertempat di Aula Serbaguna Bank BJB Cabang Sumedang, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Bank BJB Cabang Sumedang dan PT. Armada Entitas Online menggelar kegiatan Pelatihan UMKM Jabar Juara.

Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan bisa memberikan kemanfaatan dan meningkatkan kapasitas para peserta pelatihan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat dimemanfaatkan dengan sebaik-baiknnya oleh para peserta. Karena tidak semua UMKM bisa terpilih mengikuti pelatihan ini. Pasti akan ada sesuatu yang baru yang akan kita dapatkan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan tentang teori-teori manajemen kepada peserta pelatihan, mulai dari planning, organizing, motivating dan controlling.

“Unsur manajemennya yakni man, money, materials, machines, dan methods. Kuncinya kita harus sistematis dalam berpikir dan mengelola usaha kita. Selain itu, harus jelas tujuannya dan menentukan target tujuan kita,” paparnya.

Dikatakan bupati, supaya produk yang dimiliki pelaku UMKM memiliki daya saing, tentu harus mempunyai keunggulan dan didukung oleh narasi yang menarik.

“Produk yang kita pasarkan harus mempunyai kualitas yang bagus, cara penyajian yang baik, dan gambar yang menarik. Serta harus jelas apa karakteristiknya yang membedakan produk kita dengan produk lainnya,” ucapnya.

Terakhir Bupati mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan Visi Kabupaten Sumedang yaitu Sumedang Simpati.

“Dengan salah satu misi yang utama yakni mengembangkan wilayah ekonomi didukung dengan peningkatan infrastruktur dan daya dukung lingkungan serta penguatan budaya dan kearifan lokal,” tukasnya.

Sementara itu, Neneng Darpiah selaku ketua panitia pelatihan mengatakan, saat ini masih ditemukan beberapa permasalahan yakni terkait modal usaha atau akses pembiayaan.

“Selain kesulitan dalam modal usaha, masih banyak yang belum memahami tentang arti penting business plan bagi pengembangan usaha UMKM,” ungkapnya.

Menurutnya, karena keterbatasan waktu serta menimbang skala prioritas, maka diputuskan pendampingan dan bimbingan bagi UMKM dalam meningkatkan skala bisnisnya dilaksanakan melalui pelatihan digital marketing, keuangan, serta wokshop fotografi produk.

“Pelatihan ini menyasar pada pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan perangkat digital dalam melakukan pemasaran. Pelatihan dirancang bagi para pelaku UMKM agar mampu melakukan pemasaran secara digital dengan cara yang sederhana,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *