SKPD  

BAPPPPEDA Sumedang Gelar Penyempurnaan Rancangan Awal Renja 2022

Forum PD BAPPPPEDA
Forum PD BAPPPPEDA Digelar Secara Virtual Rabu (3/3/21)

Sumedang, KORSUM – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappppeda) Kabupaten Sumedang menggelar penyempurnaan rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Tahun 2022.

Dimana, dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) tersebut, tidak lepas dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, yakni terwujudnya Sumedang Simpati, yang dijabarkan dalam 5 misi dan dilatarbelakangi oleh 5 masalah utama yang sampai dengan saat ini, menjadi isu strategis di Kabupaten Sumedang.

“Secara Geoekonomi Kabupaten Sumedang, terletak di koridor ekonomi Jawa yang diapit oleh dua kota Metropolitan yakni Bandung Raya dan Cirebon Raya. Sedangkan 5 permasalahan utamanya, yaitu tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, kemudian belum meratanya jangkauan pelayanan pendidikan dan kesehatan, kurang memadainnya infrastuktur dasar, serta invetasi belum memberikan kontribusi signifikan tehadap pertumbuhan ekonomi, dan juga kinerja ASN yang belum optimal dalam pelayanan visi dan misi, guna terwujudnya masyarakat Sumedang yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional dan kreatif (Simpati) pada tahun 2023,” kata Kepala Bappppeda Kabupaten Sumedang, Hj. Tuti Ruswati, saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Rabu (3/3/2021).

Untuk mangatasi permasalahan tersebut, sambung Tuti, Pemeritah Daerah Kab. Sumedang, mempunyai Enam potensi unggulan yaitu, dimana mayoritas penduduk di Sumedang merupakan usia yang produktif. Sehingga, mempunyai bonus demografi yang sangat besar.

“Ada 6 potensi unggulan yang pertama yaitu, sumber daya manusia, sumber daya alam, sejarah dan budaya leluhur, letak geografis, KEK Jatigede dan kawasan Industri BUTOM GEDE serta kawasan pendidikan dan IPTEK Jatinangor,” ujarnya.

Adapun tantangan dan permasalahan pembangunan di tahun 2022 ini, kata Tuti, salah satunya yaitu adanya Pandemi Covid-19 sejak Maret 2019 sampai dengan saat ini. Sehingga, berdampak akan target yang belum tercapai dengan baik. Meski demikan, pihaknya akan berusaha dengan maksimal untuk mencapai target tersebut denga program unggulan.

“Untuk itu, di tahun 2022 nanti, kami tetap mempunyai target menuju sumedang simpati dengan menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 74,83 persen,” tuturnya.

Untuk 9 program unggulan di Kabupaten Sumedang sendiri, Tuti menambahkan, yaitu mulai dari agamis, rumah besar fakir miskin ,dan pelayanan kesehatan sampai tingkat Desa, Sumedang Buludru, pemenuhan pelayanan dasar, pembangunan infrastuktur konektivitas, pengembangan pariwisata, pengembangan agribisnis, peningkatan profesionalisme ASN dan membangun Sumedang Preneurship berbasis profesionalitas.

“Selama dua tahun ini, yaitu tahun 2018 sampai 2021. Kami sudah mencoba menjalankan amanat RPJMD yang koridornya ada di visi-misi dan 9 program unggulan tersebut,” kata Tuti menegaskan.