Bupati Sumedang Minta BPPD dan Kompepar Tancap Gas Promosikan Pariwisata

  • Bagikan

Sumedang, KORSUM – Bupati Sumedang H. Dony Ahamad Munir meminta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan Pengurus Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) untuk tancap gas dalam mempromosikan pariwisata di Sumedang.

“Saya ingin secepatnya BPPD dan Kompepar tancap gas bagaimana menpromosikan pariwisata di Sumedang, tempatnya mana saja, medianya apa dan akan kemana saja. Dimulai dari hal yang mudah lewat media sosial promosinya atau media-media lainnya. Saya berharap besar kepada dua lembaga yang baru saja dilantik untuk memajukan wisata di Kabupaten Sumedang,” kata Dony saat dikonfirmasi sejumlah Wartawan, usai melaksanakan Pelantikan Keanggotaan Unsur Penentu Kebijakan BPPD Kabupaten Sumedang Masa Tugas 2020-2024 dan Pengurus Kompepar Kabupaten Sumedang periode 2020-2025, di Gedung Negara, Rabu (30/12) malam.

Pada kesempatan itu, Dony mengungkapkan, rasa syukur dan bahagia bisa melantik dua komponen pendukung sektor pariwisata menambah kelembagaan ekosistem pariwisata di Kabupaten Sumedang tersebut.

“Pelantikan ini, melengkapi yang sebelumnya ada ASITA, PHRI, HPI dan DKS. Sehingga dengan dilantiknya kedua organisasi ini akan menambah rasa optimisme untuk mengembangkan wisata di Sumedang dan meningkatkan kunjungan wisata dengan cara mempromosikannya efektif, menggerakan wisata dengan baik,” kata Dony menegaskan.

Sehingga, sambung Dony, dengan cara seperti ini akan medatangkan wisatawan ke Sumedang.

“Saya juga berharap kepada BPPD dan Kompepar bisa langsung tancap gas untuk merealisasikan berbagai program dan kegiatan. Bisa terus berkolaborasi dengan pihak lainnya terutama Disparbudpora untuk me matchkan program disparbudpora dengan kedua lembaga ini sehingga lebih tepat lagi sasarannya” ujarnya.

Adapun hal penting dari pariwisata adalah bagaimana mempromosikannya, mengiklannya dan menjualnya dengan masif.

“Apapun kalau tidak bisa dipromosikan dengan baik tidak akan ada yang datang. Bagaimana wisatanya bagus dan berkualitas dan brandingnyapun bagus. Saya minta ke BPPD promosinya harus TSM Tersuktur, Sistematik, Masif,” tegasnya.

Dony menambahkan, Indikator keberhasilannya kunjungan pariwisata meningkat di Sumedang dan media promosinya dapat lebih bagus lagi.

“Pengungjung harus berhasrat melihat tempat wisata yang baik di Kabupaten Sumedang setelah datang pengungjung akan terpuaskan akan suasana keindahan alam sumedang dan keramahan masyarakatnya”

“Saya juga berharap, agar media yang merupakan salah satu instrumen untuk memajukan wisata di Kabupaten Sumedang,”

“Kelemahan kita promosi sekarang ada Badannya kekurangan kami promosi bagaimana membuat langkah yang sistematis terukur dan tools alat untuk promosinya. Saya ingin secepatnya BPPD bagaimna menpromosikannya tempatnya mana saja, medianya apa dan akan kemana saja.Dimulai dari hal yang mudah lewat media sosial promosinya atau media-media lainnya. Saya berharap besar kepada dua lembaga yang baru saja dilantik untuk memajukan wisata di Kabupaten Sumedang,” harap Dony.

Sementara itu, Sekertaris BPPD Sumedang Raup Nuryama mengatakan, dengan dilantiknya BPPD saat ini, sehingga menjadi mitra strategis Pemda untuk mewujudkan Sumedang menjadi kota Pariwisata. Dan menjadi induk ekosistem Pariwisata.

“Untuk rencana aksi, secara konseptual kita akan rumusan setelah pelantikan pada saat melakukan rapat kerja,” ujarnya.

Raup menambahkan, untuk memajukan di masa pandemi Covid-19 ini. Yaitu dengan memastikan semua tempat Wisata di Sumedang memiliki SPTJM (Surat pertanggungjawaban mutlak) dari para pemilik tempat wisata. Dan yang tidak kalah penting adalah harus menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Selain itu, dalam memajukan pariwisata di Sumedang ini yaitu dengan cara duduk bareng dan semua elemen Pariwisata harus menjadi marketing.

“Sehingga semua layanan yang diberikan oleh pelaku usaha itu harus memberikan pelayanan yang exsellent,” ujarnya.

Raup menambahkan, saat ini sudah bermunculan destinasi wisata baru termasuk di desa-desa.

“Insya Allah, kedepan akan dibuatkan paket-paket wisata sebagai item untuk dijual kepada kepada wisatawan. Kemudian, untuk memajukan wisata di Sumedang juga kami tentunya tidak bisa bekerja sendirian, melainkan harus berkolaborasi dengan semua elemen yang berkecimpung dalam pariwisata seperti PHRI, ASITA, Kompepar, DKS dan HPI,” kata Raup menegaskan.

  • Bagikan