DPRD Sumedang Minta Penanggulangan Korban Longsor Cimanggung Dipercepat

DPRD Sumedang Minta Penanggulangan Korban Longsor Cimanggung Dipercepat

Sumedang, KORSUM – Ketua Komisi II DPRD Sumedang, Warson Mawardi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang, untuk penanggulangan korban longsor di Cimanggung dipercepat.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak PR Pemda Sumedang, terkait relokasi dan santunan atau ganti rugi kepada korban longsor di Dusun Bojongkondang Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung tersebut.

“Seperti ganti rugi bangunan dan tanah madrasah Nurul Islam yang hingga saat ini masih menggantung. Sehingga berdampak terhadap puluhan santri yang harus sekolah di tempat seadanya, karena bangunan Madrasah harus dirobohkan untuk evakuasi korban longsor waktu itu,” kata politisi dari partai berlambang Garuda itu seusai melaksanakan Reses di Dusun Babakan Limus Desa Cihanjuang, Kamis (1/4/2021).

Warson menuturkan, bahwa Madrasah Nurul Islam sebenarnya tidak terkena longsor. Hanya saja, karena faktor kemanusiaan, bangunan tersebut harus dibongkar untuk mempermudah proses evakuasi yang waktu itu masih tertimbun longsoran.

“Untuk penggantian lahan dan bangunan, hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemda. Kan kasihan anak – anak yang mengaji, masa terus mengaji di teras rumah warga,” ujarnya.

Selain itu, Warson juga mempertanyakan terkait Ambulance milik Puskesmas Sawahdadap yang hingga kini belum diganti dengan yang baru.

Padahal, kata Warson, untuk Ambulance Sawahdadap yang sebelumnya mengalami kerusakan karena tertimbun longsoran tersebut, sudah dianggarkan ke Pemerintah untuk diganti. Namun, hingga sekarang belum terealisasi, yang dampaknya Puskesmas Sawahdadap harus meminjam ke Puskesmas Cimanggung.

“Sekarang masih pinjam ke Cimanggung. Bagaimana kalau ada urgen. Ambulance itu penting bagi mobilisasi warga yang sakit,” tegasnya.

“Pada Reses kali ini, saya sudah menampung aspirasi dari para pengurus Madrasah Nurul Islam dan Puskesmas. Dan untuk Puskesmas ada aspirasi yang meminta sarana dan prasarana agar lebih memadai,” kata pria yang pernah menjadi ketua APDESI Kabupaten Sumedang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *